Oleh: neozam | April 12, 2008

PERCAKAPAN EMPAT LILIN

Ada 4 lilin yang menyala,

Sedikit demi sedikit habis meleleh.

 

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

 

Yang pertama berkata:

“Aku adalah Damai

Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”

 

 

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

 

Yang kedua berkata:

“ Aku adalah Iman

Sayang aku tak berguna lagi.

Manusia tak mau mengenalku,

Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

 

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

 

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:

“ Aku adalah Cinta

Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.

Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.

Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

 

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

 

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.

Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:

 

“ Ekh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

 

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

“Jangan takut,  Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya. Akulah HARAPAN”

 

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

 

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….

…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!


Responses

  1. sangat menyentuh, kita memang harus selalu mempuyai harapan. Harapan yang baik-baik.

    ===============================================
    neozam: Thanks udah ngunjungin blogku yaa… saat seseorang hampir berada di titik nol, maka lilin keempat lah satu-satunya harapan yang bisa menyalakan lilin-lilin yang lainnya.

  2. Amiin….

    Luar biasa mas! refleksi dari kehidupan yang terwakili oleh 4 lilin penerang..

    ====================================
    neozam:
    Moga lilin keempat masih tetap menyala
    dalam hati kita agar bisa bertahan hidup
    walau dengan nyala yang redup

  3. mantabh Mas. saya suka sekali yang terakhir, harapan. ya Harapan. di negri ini saya yakin masih tersisa harapan-harapan untuk bangkit kembali.

    ==============================================
    neozam: pasti masih tersisa harapan di negeri ini. mari nyalakan harapan-harapan yang lain!

  4. cuma harapan yang membuat kita bertahan dalam segala kondisi,,
    harapan berlebaran setela puasa yang kita jalani,,,
    harapan turun hujan setelah kemarau panjang,,

  5. Sebuah coretan yang sangat menyentuh sekali mas.
    Membuat kita sadar apa arti HARAPAN di dalam kehidupan kita.

  6. yup semangat !

  7. kereeeeeeennnn😀

  8. Tulisan yang bagus!
    Salam

  9. Harapan…
    Jangan sampai putus harapan.
    Harapan membuat kita mau bergerak
    Menjangkau impian dan cita-cita.
    Tulisan Anda bagus-bagus, saya suka.

  10. subhanallah……
    bagus perumpamaanya. Semoga kesakitanku bisa terobati dengan sebuah harapan untuk sembuh.

  11. wuih keren keren
    its very deep

  12. yah harus kita jaga lilin yang keempat itu agar tetap menyala…

  13. Ya …
    Ini renungan yang bagus sekali …

    Harapan … ah ya … Harapan …
    Ini akan menyulut Iman, Cinta dan Damai

    Terima kasih

  14. hidup seakan mati bila tak ada harapan ^^

  15. membaca tulisan ini, harapan sayapun kembali menyala terang . thanks dan salam kenal yah🙂

  16. subhanallah… indah sekali pencerahan ini Pak Neo..🙂

  17. kerennnn pk,,
    hehehehehe,,,,,

  18. Saya sering sekali berkata kata yang tidak semuanya indah, kadang saya salah, mungkin riya, mungkin sedikit dusta … dan saya mohon untuk dimaafkan segala kesalahan saya yah🙂

    Minal aidin wal faidzin … maafkan saya lahir dan batin karena beginilah kewajiban kita sebagai hamba untuk meminta maaf dan memberi maaf.

    Rindu [a.k.a -Ade-]

  19. Terkadang kita mengalami keputus asaan. Jujur, itu pernah menjadi bagian dari sisi keberanian kita menantang kerasnya kehidupan.

    Terkadang kita juga pernah terjatuh dan menjadi cengeng. Sebagai bagian dari sisi ketegaran kita tak mengaduh tertusuk duri.

    Terkadang kita ingin lari dan menetek pada ibu. Sebagai bagian dari tatap nyalang mata kita menghadapi matahari.

  20. postingan yang bagus, makasih mas. tidak sia-sia saya mampir lagi ke blog ini.

  21. luar biasa, harapan…ya harapan itu masih ada. sebagaimana slogan yang di gaungkan saudara2 qte dari PKS (Partai keadilan Sejahtera) Bo’… Bangkitlah Negeriku !!! HARAPAN itu masih ada….
    Thanks renungannya,

  22. Tulisan yang menghangatkan. Kalau tidak salah itu dari puisi Irak ya? Saya pernah baca versi Inggrisnya.

  23. kurang kreatif

  24. bgus .. like this..

  25. Wahhhh… inspirising note… makasih..

  26. ada banyak inspirasi terhampar disetiap kata anda

  27. anda menginspiras saya

  28. sy terinspirasi dgn kata2 itu… dan hanya harapan tuk membuat diri ini tegar…

  29. Saya sangat kagum Sekali…..Saya Terinspirasi sekali dgn hasil karya anda…. karna saya Yakin Harapan itu Masih Ada Dan Tidk Akn Pernah Mati….Selamanya.

  30. Hidub emang :enuh dgsentuhan2 yg membuat kita terkadang lupa.Dgn diri berasal

  31. Tlong ksh jwban bgaimana cara melupakan org yg sngat aku cintai,tp aku dah pny suami,krn aku sngat mencintai org itu melbhi suami ku sendiri..

  32. Sangat inspiratif


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: