Oleh: neozam | April 6, 2008

Kupu-kupu di Atas Laut

Ketika laut tak lagi memerintah ombak tuk singgahi pantai
di situlah kupu-kupu bisa menghela nafas
bercumbu dengan laut
bukti ia bisa yakinkan
di atas laut
aku bisa mencumbumu

Duhai laut tanpa angin
tak diusik oleh ombak
tak ditelan oleh paus
tak disunting oleh teri-teri

Akulah kupu-kupu
menari seadaku
untuk menghiburmu
wahai lautku…..

(puisi di atas terinspirasi puisi setelah membaca postingan Merajut Asa (dijenorie’s blog), kemudian diendapkan dengan pengalaman yang baru saja aku dapatkan ketika berdiri di tepi laut bersama istriku tercinta di pagi hari dengan gerimis terundang)

 


Responses

  1. kerennn….:mrgreen:

  2. hehehe gerimis malah bikin puisi, seharusnya meluk istri….ngacir!!!!!

  3. elek

  4. Salam silaturahmi. Saya kayaknya harus banyak belajar dari anda. Sekali sekali kunjungi dong blog saya. http://www.syamalam.blogspot.com. Aku tulis banyak keprihatinanku disana. Siapa tau itu juga keprihatinan anda juga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: