Oleh: neozam | Maret 29, 2008

JURANG (karya: Andini Retno Astrini)

Hilang jiwaku dalam keheningan
Tersudut dalam kehampaan
jurang kenistaan
jurang keterpurukan
langit kegelapan
gelegar sang langit dalam
kemendungan
kilatan dewa petir
menghujam
aku tetap mendongak ke atas
melihat begitu suramnya pandanganku
dalam khayalku
jengkal jariku
aku merasakan, hanya sejengkal aku berdiri dari suramnya
kehidupan didepanku
aku tak ingin terjatuh dalam jurang-jurang itu
aku ingin menemukan jurang kebahagian
jurang harapan
bukan Jurang yang menerakakan diriku
dan tak memberiku kesempatan untuk melihat
kesyurgaan dunia ini


Responses

  1. MENGERIKAN!!!
    merinding sy bacanya, din. sebegitunya keadaan si ‘aku’. Untunglah ada ‘sejengkal’ yang menjadikan ‘aku’ mampu berdiri. Seakan-akan si ‘aku’ memiliki beribu-ribu masalah yang teramat suram berjuta-juta kilatan yang telah menghantam. tapi untunglah ada sejengkal tadi.
    Optimis adalah satu kata jawaban singkat atas puisi “JURANG”. Hidup harus terus dijalani.

  2. Di dalam kehidupan ini bnyak cobaan dan rintangan…jadilah sosok yang bisa berdiri saat terjatuh..bisa tertwa setelah menangis….bila qta menghadapi jurang carilah jembatan untuk dapat melintasinya. pelan tapi pasti tak ada yang tak mungkin….pasti akan terlintasi.

  3. seperti yang ku alami sekarang,hampa,tanpa kegahagiaan yang selalu ku impi2kan,masih terisolasi dalam pasungan kebahagiaan mungkin,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: