Oleh: neozam | Maret 26, 2008

Tersudut di Ruang Bisu (karya Devi Nofiani)

Aku berhenti sejenak
berfikir…
mengatur langkah
dan masih bertopang padaNya.
Aku tak sanggup mengangkat dagu
melihat mereka,
jatuh…
bangun…
jatuh lagi…

Aku bersembunyi mata
menghela nafas dan menapak tanah
dan masih bertopang padaNya
Sementara sang Kancil tersenyum simpul
penuh ambisi bisu


Responses

  1. Puisimu bagus eiy, penuh simbol seperti kancil, mengangkat dagu, de el el deh. Memang manusia (kancil) penuh ambisi, tapi harus selalu berpijak (bertopang) pada hukum-hukum Tuhan (padaNya). Kalau ga salah sih artinya gitu…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: