Oleh: neozam | Maret 26, 2008

Mengawas Ujian (karya: Neozam)

Pagi itu siswa-siswi berbaris semut
dengan hati kecut
menanti soal dengan ribut
di hari pertama yang penuh kabut
Pandanganku menyusuri hamparan meja kayu tersusun
Namun tak satupun gumpalan kertas contekan

Teng….. Satu kali

lembar jawaban kutebarkan
siswa-siswi menyambut dengan tenang
mengais-ngais pensil 2B sambil membuat ukiran ukiran
nama indah rancangan orang tua mereka
sambil menghitamkan lingkaran lingkaran nasib
yang ditentukan 5 mata pelajaran

Teeng….. Teeng….. Dua kali

dengan semangat 45
mereka berjuang
dengan pedang pensil 2B
dengan tameng mistar LJK
Sungkurkan lingkaran lingkaran nasib
Lumpuhkan prajurit prajurit 5 pelajaran
Mereka hanyut dalam perang sunyi
Tenggelam dalam lautan sepi

Teeeng…. Teeeng…. Teeeng…. Tiga kali

beberapa prajurit belum dikalahkan
pedang terlepas
tameng terlempar
kalahkah mereka?
Menangkah ia?
Ia adalah dia
berkali-kali ia menatapku
mungkin minta tambahan waktu
atau berharap lain yang aku tak tahu
“perang belum selesai” bisik balas tatapku.

(Puisi ini terinspirasi dan ditulis saat mengawas Tes Daya Serap kelas XII, Senin, 17 Maret 2008 di ruang 04 SMA Katolik Tarakan, KALTIM, pukul 09.00 wita)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: