Puisi ini ditulis sebagai balasan atas tulisan dEEt di AkU dan BiNtAnG
Bintang selalu tampak indah dipandang
tak tahukah dia hanya sekedar bintang
kadang redup dihapus angan
kadang kalah dengan sinar rembulan
kadang lenyap oleh mendungnya awan
Aku dan bintang….
aku di sini memandangmu di atas melintang
menggantung……
harapanku bersama bintang
puisi-a bgs mas..
Oleh: Anonim on Maret 30, 2008
at 6:11 am
eh, koQ komen dt di atas jd Anonymous yah??!
ywd, skali lagi dah..
puisi-a bgs mas..
koQ malah jd bales puisi dt yg gak seberapa itu sih mas??! he5x..
==================================================
neozam:
thanks atas pujiannya. aku banyak balas tulisan temen dalam bentuk puisi, entah napa ya… rasanya asyik aja kalau commentnya dalam bahasa kias gitu… moga aja senang dibalas dengan puisi. makasih atas kunjungannya…. salam buat kluarga
Oleh: dEEt on Maret 30, 2008
at 6:13 am
ehmmmm jangan2.
======================================
neozam:
eiiiitt…. eitt…… jangan-jangan yaa harus jangan laaah…. hehehehe…. thanks udah ngunjungin…..
Oleh: achoey sang khilaf on Maret 30, 2008
at 7:23 am
Oooohhh….Kutanya malam, dapatkah kau lihatnya perbedaan….Koq malah nyanyi. Salam…
TB
=======================================
neozam:
Hehehe…. makasih udah mampir. salam juga
Oleh: Nongkrong on Maret 30, 2008
at 10:58 am
ciee .. puitis banget nih . hihi . dulu gw juga sering banget bikin puisi .. puisi yg gw bikin waktu gw lagi kesepian karena kk kk gw yang ga tinggal bareng gw .. huhuhuhu until now ..
=============================================
neozam:
Bagus gitu, teruslah buat puisi, karena ia adalah wakilan jiwa yang sedang bergejolak. Thanks udah mampir….
Oleh: benazio on Maret 31, 2008
at 12:51 am
puisinya bagus mas.
harapan yang di bawa sama bintang
terasa akrab
=============================================
neozam:
thanks atas pujian. kita semua ingin seperti bintang, malah ingin menjadi bintang. tapi tahukah kita saat melihat indahnya bintang, kita tak pernah tahu hambatan yang dialami bintang. kadang ditiup angin, atau dihalang oleh awan kelam, namun ia tak bosan untuk bersinar menyinar jiwa-jiwa yang haus akan sinarnya.
Thanks atas kunjungannya….yaaa…
Oleh: 311thoth on Maret 31, 2008
at 2:15 am
judul blog nya itu loh.. ‘bahasa kalbu’
begitu baca postingan terbarunya ‘puisi aku dan bintang’ hmmm… jgn2 sang penulis orgnya romantis ya..
===========================
Neozam:
hemmmmmmmmmmmmmmmmmmm………… yup!!! aku memang suka romantis…. bukankah dari romantis (cinta) kita bisa merasakan damai? hehehe….
makasih udah singgah di blogku yaaa….. salam buat keluarga dan orang2 terdekat…..
Oleh: Yoenday on Maret 31, 2008
at 8:58 am
waaahhhh… ternyata jago bikin puisi tah??
iya ya dulu aku juga suka bikin puisi… tapi krn cuma dinikmati sendiri lama kelamaan buyar..
jadi pengen bikin puisi lagi… tapi kayaknya kemampuan dah menipisss ni
========================================================
Neozam:
makasih udah ngunjungin blogku……… buat puisi tak kenal batas waktu ………… selangkah kejadian bisa diukir di ujung pena… iya kan?
Oleh: carra on Maret 31, 2008
at 8:58 am
Puisinya bagus mas..bintang memang selalu indah dan memberikan harapan bersama malam..
Bintang dilangit
Kadang kita tidak melihatnya di angkasa sana
Walaupun sebenarnya bintang selalu setia menemani malam kita..
Begitu juga dengan sahabat dan saudara..
Kadang tidak harus bersama
Namun hati tiada lepas dari rengkuhannya..
=======================================================
neozam:
waaaaa…………..hhh…. jago bikin puisi juga nih…… makasih udah kasih puisi…. makasih juga udah kunjungi blogku….moga dengan ini, silaturrahim terus terjalin.
Oleh: azaxs on Maret 31, 2008
at 8:59 am
boleh juga mas.
============================
sip!! Thanks ya…….
Oleh: TonKin on Maret 31, 2008
at 9:32 am
Bintang adalah harapan dan cita-cita yang harus kita capai.
===========================================
neozam:
Yup!!! betul banget. bahkan kita ingin menjadi bintang yang menjadi penyenang bagi yang melihatnya.
thanks udah datang di blogku yaaa. moga betah di sini.
Oleh: awan on April 3, 2008
at 1:11 am
bintang? menurutku…
“teman itu bagaikan bintang, tak selalu tampak tapi selalu ada”
teman emang jarang keliatan, tapi selalu ada dihati., kayak bintang
===========================
neozam: yup! betul, siapa pun bisa mengapresiasi puisi ini…. moga bintang selalu jadi harapan.
Tunggu postingan saya tentang 4 lilin
Oleh: wahyukresna on April 10, 2008
at 3:47 pm