Kumandang suara Adzan Magrib telah tiba
Menyeruak langit-langit ketika menjelang malam tiba
Burung-burung seriti dan walet mulai berduyun pulang
Dan berganti menghiasi malam dengan para kelelawar serta kalong
Suara muadzin yang sudah berumur
Sungguh tak sedap didengarkan telinga anak muda
Kumandang suara Adzan Magrib telah tiba
Sang muadzin yang tua rentah belum sempat berbuka puasa
Para pemuda sudah mulai asyik dengan handphonenya
Untuk sekedar miscall atau sms sang pacar
Sebatang rokok terjepit di jari tangan kiri
Dan sebuah handphone di genngaman tangan kanan
“Met buka puasa ya say……bla….bla…..bla……”
Begitulah sebuah kalimat sederhana
Untuk menunjukkan perhatikan kepada orang tercinta
Sementara…………….
Suara muadzin makin terdengar parauh……
Irama adzannya sudah bukan gaya Mekkah atau Madinah
Namun suaranya sudah seperti sebuah sajak
Atau lebih dari itu
Suara Muadin bak suara rintihannya
“Wahai pemuda…gantikan aku jadi Muadin”
begitulah kiranya makna yang terbias oleh nikmatnya buka puasa
Mojokerto, 29 September 2007
(Pemandangan disebuah kampung)