Sayapmu begitu indah membentang
Warnamu begitu cantik dipandang
kepakan-kepakan kecilmu
menari-nari di tubuh sang mawar
mendayun-dayun di dahan
Warnamu begitu cantik dipandang
kepakan-kepakan kecilmu
menari-nari di tubuh sang mawar
mendayun-dayun di dahan
Begitu sempurnyanya bentukmu
Engkau begitu cantik untuk dipandang
Engkau begitu sulit untuk digapai
saat engkau terdiam
sayapmu layu, patah tak bersemangat
tak ada kepakan-kepakan indahmu
Engkau membeku dalam batinku
mencoba bangkit dalam anganku
Kupu-kupu dalam diriku…
Puisimu mengejutkan!! Awal-awalnya sih biasa, tapi 3 baris terakhir sangat memukau. Mungkin artinya…. semangat yang pernah hilang (membeku dalam batinku) dan penulis ingin bangkit lagi atau justru semangat itu yang ingin bangkit lagi tapi …. yaaaaa … sudah beku. Mungkin dialah penyemangat dirimu (kupu-kupu dalam diriku). Sorry kalau salah tafsir yaaa….. saya hanya menafsir sebatas makna, mungkin beda.
Oleh: neozam on Maret 27, 2008
at 5:49 am
puisi ini memank biasa , coz, gag terlalu pinter maen kata.
kupu-kupu dalam diriku itu punya makna yang laen.
kupu-kupu itu adalah dirinya yang dia kurung karena dia kehilangan sebagian dari ruang dirinya. dia ingin bangkit tetapi saat dia mulai bisa untuk bangkit dia terjatuh lagi, dia mengurung dirinya yang sebenarnya di dalam dirinya sendiri. dia takut terjatuh lagi, kalau dia mengeluarkan kupu-kupu itu.
Oleh: andine on Maret 28, 2008
at 12:59 pm
andai kupu2 itu tak membeku
andai ia tau betapa indah sayapnya
betapa indah dunia ini
Oleh: realylife on Maret 28, 2008
at 1:01 pm
mengapa engkau tak mengepakkan sayapmu wahai kupu2
apakah engkau takut akan ada yang merusaknya?
setiap anak burung akan terus jatuh ketika mencoba terbang
setiap anak ikan akan terus berenang walaupun ia tahu banyak pemangsa di sekitarnya..
Wahai kupu2…
mengapa engkau tidak mencoba mengepakkan sayapmu?
Oleh: sain man on Maret 28, 2008
at 1:05 pm
kalo menurut ane…
bisa juga kupu itu adalah harapan..
===========================================
Neozam:
yup! bisa juga harapan yang ada dalam si ‘aku’
thanks, atas comment-nya..
Oleh: mutiatun on Maret 29, 2008
at 2:13 am