Oleh: neozam | April 12, 2008

PERCAKAPAN EMPAT LILIN

Ada 4 lilin yang menyala,

Sedikit demi sedikit habis meleleh.

 

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

 

Yang pertama berkata:

“Aku adalah Damai

Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”

 

 

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

 

Yang kedua berkata:

“ Aku adalah Iman

Sayang aku tak berguna lagi.

Manusia tak mau mengenalku,

Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

 

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

 

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:

“ Aku adalah Cinta

Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.

Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.

Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

 

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

 

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.

Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:

 

“ Ekh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

 

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

“Jangan takut,  Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya. Akulah HARAPAN”

 

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

 

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….

…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!

Oleh: neozam | April 11, 2008

WANITA (dialog TUHAN dengan Malaikat)

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam. Malaikat datang dan bertanya,

 

 

Malaikat           :  “Mengapa begitu lama, Tuhan?”

Tuhan               :  “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?Dua tangan ini harus bisa dibereskan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.”

 

Malaikat pun takjub.

 

Malaikat           :  “Hanya dengan dua tangan?…. impossible!! Dan itu model standard?! Sudahla Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”

Tuhan               :  “Oh… Tidak, aku akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit saya. O ya…. Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

 

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.

 

Malaikat           :  “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?

Tuhan               :  “Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”

Malaikat           :  “Dia bisa berpikir?”

Tuhan               :  “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

 

Malaikat itu menyentuh dagunya….

 

Malaikat           :  “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya. 

Tuhan               :  “Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata.”

Malaikat           :  “Untuk apa?”

 

TUHAN melanjutkan….

 

Tuhan               :  “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.”

Malaikat           :  “Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN. ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”

Tuhan               :  Ya pastii! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

                        Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA…

 

 

 

Sampaikan ini kepada wanita di sekeliling kita. Ingatkan mereka, karena terkadang mereka perlu diingatkan..!!!

 

Oleh: neozam | April 7, 2008

Harapan Surga

Terukir kasih sayang tanpa bayang
fokus tersentral dalam cinta yang dalam
kalahkan karang yang dirayu ombak lautan
luruhkan awan dari beratnya hujan
terangkan malam dari mendungnya awan

Khailila…………..
besarnya cinta ibumu ….
kokohkan batu karang
mantapkan lindung awan
terangkan malam dengan bintang-bintang

Khailila…………..
Jagalah ia yang menjagamu
berdirilah di sampingnya jika diancam bayang burukmu
tamengkan jiwanya jika diancam merpati putihmu

Surga hanya satu….
jika bukan dia,
surga manakah lagi yang hendak kau cari?

(puisi di atas terinspirasi dari tulisan Janjiku Kepada Khailila di saungbunda. Moga ada hikmahnya)

Oleh: neozam | April 6, 2008

LAUT TAK BEROMBAK

Aku duduk dengan dengkul terlipat menyentuh dagu dan tangan memeluk kedua kaki sambil memandang pantai dengan ombaknya yang saling berkejaran. Kedingininan karena gerimis mewarnai pagi itu. Hanya diselimuti selapis sarung lusuh milik ibu yang melilit tubuh mungilku. Umurku baru dua tahun setengah dan tak bisa banyak membantu ibu. Kakakku lah yang dengan setia membantu ibu menyiapkan warung ‘butut’nya dan mengelap meja dan kursi yang terkena rembesan gerimis sejak subuh. Aku lihat beberapa pasang muda-mudi sudah sedari pagi – jauh sebelum kami – duduk di warung kami.  Pandanganku terfokus pada sepasang muda-mudi yang kelihatan lain daripada yang lain. Mereka diam, memandangi laut lepas dengan sejuta pengharapan. Mungkin harapan-harapan yang jauh lebih besar dari sekedar menjalani hidup bersama. Aku tahu mereka sudah menjadi suami-istri. Sikap mereka lah yang membuat aku yakin itu. Mereka bukan seperti anak-anak yang sedang dimabuk cinta seperti beberapa pasang muda-mudi yang kulihat mesranya melebihi suami-istri.

Aku masih duduk di bawah terpal warung yang sudah bolong-bolong karena termakan usia. Ibuku sesekali memperbaiki lilitan selimutku, khawatir kalau-kalau aku kedinginan walaupun sebenarnya aku sudah kedinginan. Angin laut menerpa kencang. Ombak pun riang berkejaran. Aku pun berpikir, dari mana datangnya ombak? kenapa ombaknya tidak putus-putusnya menyapa pantai? …… Yaaaaaa………. Pasti karena angin. Jadi, kalau laut tanpa ombak, berarti angin sudah berhenti bekerja. Kalau angin berhenti bekerja, lalu manusia bernafas? Subhanallah! Berarti semua aktivitas kehidupan ini saling berkaitan. Laut, ombak, angin, dan manusia, semua saling memerlukan.

Aku masih memperhatikan pasangan suami-istri yang diam memandang ombak tadi. Rupanya mereka sedang menyusun bagaimana rencana mengatur hidup. Bicara mereka pelan seakan rencana-rencana yang disusun hanya setengah matang dan tak boleh didengar walau hanya oleh angin laut.

“Umur kanda sudah 29 dan dinda 28, sekarang sudah tahun 2008. Menikah sudah 3 tahun dan belum dikaruniai anak. Kita harus punya target. Pertama, harus punya rumah sendiri agar tidak menyusahkan orang tua, tahun 2011 paling lama. Kalau numpang terus, kapan bisa mandiri. Kedua, punya mobil tahun 2013, ini kalau bisa sih. Soalnya kalau keluarga datang dari jauh, enak ngajak jalan-jalan keliling kota. Mudah-mudahan niat ini bukan ria, pamer ke keluarga bahwa kita kaya. Tidak. Hanya sebagai sarana memudahkan silaturrahmi keluarga. Ketiga, HARUS bisa naik haji di tahun 2020, Insya Allah. Kalau hati kita mantap, Allah pasti akan meluluskan hajat kita. Orang banyak beranggapan naik haji itu ‘kalau mampu’. Kalau berpatokan ‘kalau mampu’ kapan kita benar-benar berniat ‘pasti mampu’ dengan izin-Nya. Seakan-akan ibadah haji disepelekan begitu saja. “Kalau tidak bisa yaa sudah!” Tidak. Kita jangan berpikiran seperti itu. Naik haji harus bisa. Dengan izin Allah. Dia maha mendengar. Kalau hati kita mantap, Insya Allah bisa. Berarti kita masih kuat menunaikan ibadah haji ini, karena umur kanda 40 dan dinda 39. Pas! Dan Keempat, kita harus punya tabungan pensiun. Jadi, kalau sudah pensiun kita bisa nikmati hidup tanpa membebani anak-anak kita. Amin!”, kata sang suami.

“Rencana punya anak, kapan?” kata istrinya.

“Itu biar Allah saja yang rencanakan, kapan Dia bisa memberikan amanah kepada kita, yang penting kita selalu berusaha dan siap andai diamanahi oleh-Nya”, kata sang suami yakin.

Istrinya mengiyakan namun ada sedikit keraguan dari anggukan. Benar-benar rencana yang sempurna sebagai seorang manusia yang berusaha menyeimbangkan dunia dengan alam sana.

(Mudah-mudahan bisa menyambung cerita ini, Insya Allah!)

Oleh: neozam | April 6, 2008

Kupu-kupu di Atas Laut

Ketika laut tak lagi memerintah ombak tuk singgahi pantai
di situlah kupu-kupu bisa menghela nafas
bercumbu dengan laut
bukti ia bisa yakinkan
di atas laut
aku bisa mencumbumu

Duhai laut tanpa angin
tak diusik oleh ombak
tak ditelan oleh paus
tak disunting oleh teri-teri

Akulah kupu-kupu
menari seadaku
untuk menghiburmu
wahai lautku…..

(puisi di atas terinspirasi puisi setelah membaca postingan Merajut Asa (dijenorie’s blog), kemudian diendapkan dengan pengalaman yang baru saja aku dapatkan ketika berdiri di tepi laut bersama istriku tercinta di pagi hari dengan gerimis terundang)

 

Oleh: neozam | Maret 31, 2008

Buah Hati…. (karya: Neozam)

puisi ini dibuat untuk memberi semangat kepada Carratri dalam tulisan “Tuhan Dengar Doaku” dan siapa pun yang sedang ingin dan telah mempunyai Buah Hati.

Takjub disambar syukur
karna hati bisa berlungsur
mengucap syukur
pada Tuhan maha Penghibur

Takjub dalam rebah
karna hati bisa berbuah
oleh kurnia yang maha indah

Duhai buah hati di dalam diri
diamlah dikau dalam sepi
berselimutkan hatiku suci
ingin mengasuh hatimu nanti
sampai kelak waktuku mati
dan engkau gagah berdiri
di sampingku belahan hati……

Oleh: neozam | Maret 30, 2008

Aku dan Bintang (karya: Neozam)

Puisi ini ditulis sebagai balasan atas tulisan dEEt di  AkU dan BiNtAnG

Bintang selalu tampak indah dipandang
tak tahukah dia hanya sekedar bintang
kadang redup dihapus angan
kadang kalah dengan sinar rembulan
kadang lenyap oleh mendungnya awan

Aku dan bintang….
aku di sini memandangmu di atas melintang
menggantung……
harapanku bersama bintang

Oleh: neozam | Maret 30, 2008

Maafkan aku, Kekasihku…… (karya: Neozam)

Puisi ini sebagai balasan atas tulisan dari Saungbunda: Teruntuk Laki-laki yang Menikahiku…

Tersentak kusadar dari liarnya pandangan
menyeruak istigfar terucapkan
dari hati yang banyak kesalahan

pernah terpikir tuk punya rusuknya
menggelayat menyusup dalam aliran dosa
padahal aku sudah punya dia

wahai tulang rusukku….
maafkan aku tak bisa jaga jiwamu
tak sekuat harapmu
tapi izinkan aku mengibaskan aliran-aliran liarnya pandangku dulu
agar kutetap di sampingmu
menjaga hatimu
sekuat harapmu

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda.    

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Anda takkan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat,  atau membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda, Insya Allah!

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

TAK SESULIT YANG ANDA BAYANGKAN

Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak baik.

Hari ini mata bajaknya pecah lagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan untuk melakukan sesuatu pada batu itu. Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar 6 inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu biasa. Kemudian ia lalu menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.

Renungan:                               
Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi persoalan anda sekarang. Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit yang anda bayangkan.

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

PELAJARAN SANG KELEDAI

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Baca Lanjutannya…

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?” Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Baca Lanjutannya…

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

CINTAILAH CINTA

Adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak pernah membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang sedangkan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.

Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.

Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.

Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.

Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.

Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

Bila Al Qur’an bisa bicara!

Maaf, tulisan ini diambil dari salah satu alamat web, namun sudah lupa alamatnya. Mudah-mudahan menjadi manfaat. Amin!

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu

Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya

Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa

Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan

Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian

Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.


Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..


Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia

Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…


Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku


Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu


Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah


Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.


Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.


Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.


Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu

Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu


Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.


Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu


Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil, lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

JURANG (karya: Andini Retno Astrini)

Hilang jiwaku dalam keheningan
Tersudut dalam kehampaan
jurang kenistaan
jurang keterpurukan
langit kegelapan
gelegar sang langit dalam
kemendungan
kilatan dewa petir
menghujam
aku tetap mendongak ke atas
melihat begitu suramnya pandanganku
dalam khayalku
jengkal jariku
aku merasakan, hanya sejengkal aku berdiri dari suramnya
kehidupan didepanku
aku tak ingin terjatuh dalam jurang-jurang itu
aku ingin menemukan jurang kebahagian
jurang harapan
bukan Jurang yang menerakakan diriku
dan tak memberiku kesempatan untuk melihat
kesyurgaan dunia ini

Oleh: neozam | Maret 29, 2008

Durjana Hati (karya: Neozam)

puisi ini balasan atas tulisan [P*RN0]-GRAFITTI

sangat disayangkan ya,
fisik mahasiswa,
tapi jiwa masih anak TeKa.
Tapi itulah yang nyata
yang terlihat oleh mata
sebagai akibat aksi para durjana
apakah ini sebagai tuntutan jiwa?
atau malah ingin menjadikan mangsa
yang sebenarnya untuk penguasa
yang zalim merajai jagat raya
yang tak sadar akan mayanya dunia
yang hanya dikasat oleh mata
sampai mereka menutup mata

(Andai ada para pihak yang tersinggung dengan puisi saya ini, saya mohon maaf. Tak ada niat untuk menyakiti…. terima kasih….)

Balasan atas puisi Menyimpan Bau Parfummu

sadarkah kau?
semerbak itu membangkitkan nafsuku….
senyeruak dalam aortaku
menggelayat dalam darah nandiku
terbungkus dalam angan birahi
namun tak sampai imanku mati

Oleh: neozam | Maret 28, 2008

Kapan Azan Itu Hilang (karya: Efendi Jack)

Kumandang suara Adzan Magrib telah tiba
Menyeruak langit-langit ketika menjelang malam tiba
Burung-burung seriti dan walet mulai berduyun pulang
Dan berganti menghiasi malam dengan para kelelawar serta kalong
Suara muadzin yang sudah berumur
Sungguh tak sedap didengarkan telinga anak muda

Kumandang suara Adzan Magrib telah tiba
Sang muadzin yang tua rentah belum sempat berbuka puasa
Para pemuda sudah mulai asyik dengan handphonenya
Untuk sekedar miscall atau sms sang pacar

Sebatang rokok terjepit di jari tangan kiri
Dan sebuah handphone di genngaman tangan kanan
“Met buka puasa ya say……bla….bla…..bla……”
Begitulah sebuah kalimat sederhana
Untuk menunjukkan perhatikan kepada orang tercinta

Sementara…………….
Suara muadzin makin terdengar parauh……
Irama adzannya sudah bukan gaya Mekkah atau Madinah
Namun suaranya sudah seperti sebuah sajak
Atau lebih dari itu
Suara Muadin bak suara rintihannya
“Wahai pemuda…gantikan aku jadi Muadin”
begitulah kiranya makna yang terbias oleh nikmatnya buka puasa

Mojokerto, 29 September 2007
(Pemandangan disebuah kampung)

Kamis, tanggal 27 Maret 2008, kami guru-guru SMA se-Kota Tarakan, Kaltim sudah menerima hasil Tes Daya Serap untuk SMA/MA. Tes ini diselenggarakan oleh provinsi untuk mengetahui sejauhmana kemampuan siswa kelas XII dalam mempersiapkan UNAS yang akan datang.

Jauh sebelum pengumuman hasil tes diberikan, kami sudah mengoreksi dengan tim kecil (bersama guru-guru di sekolah saja) untuk menjawab soal tes daya serap itu, kemudian kami mencocokkan dengan jawaban cadangan siswa (cadangan = saat siswa menjawab di lembar jawaban komputer, mereka juga menjawab silang (X) pada lembar biasa yang disediakan sekolah). Namun anehnya, Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII Bahasa, kunci jawaban banyak yang berbeda antara provinsi dengan yang kami buat.

Walhasil, nilai Bahasa Indonesia kelas XII Bahasa pun pasti sangat jauh berbeda, jauh lebih rendah. Misalnya saja, yang tadinya dapat nilai 75 (versi kami) menjadi tidak lulus, hanya mampu meraih nilai 40 (versi provinsi). Mana yang benar yaa…? Untuk Bahasa Indonesia kelas XII IPA/IPS, antara jawaban kami dan provinsi tidak jauh berbeda, namun tetap ada yang berbeda. Kami sudah mengkonfirmasi hal ini ke Dinas Pendidikan, namun belum ada solusi. Ini akan membingungkan siswa dan kami tentunya sebagai guru mereka. Untuk membahas soal-soal TDS itu malah jadi serba salah. Menurut saya, seharusnya ada forum diskusi seperti pertemuan langsung wakil guru setiap wilayah dengan pembuat soal atau via YM atau fasilitas internet lainnya agar perbedaan kunci jawaban bisa dipertanggungjawabkan di forum. Via internet akan lebih hemat daripada pertemuan langsung yang akan membuat anggaran pendidikan provinsi jadi terkuras lagi. Ini demi kepentingan pendidikan, kepentingan anak bangsa.

Oleh: neozam | Maret 28, 2008

Gadis Berkacamata (karya: Neozam)

Balasan atas tulisan Mutia Kilau di blog http://mutiatun.wordpress.com

Gadis Berkacamata

Wahai jiwa nan indah…..
dengan kacamata sebagai petunjuk
dengan tambahan mata sebagai nikmat

Wahai jiwa nan berdawai…..
kau berlalu menahan rintihan kornea
kau bersabar dengan kelopak mata

Kau tetap punya jiwa yang indah
Kau tetap ciptaan-Nya yang ramah

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.